Jakarta, 2 Mei 2026 – Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia terpantau masih stabil pada awal Mei 2026. Sejumlah jenis BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo yang dipasarkan oleh Pertamina belum mengalami perubahan harga sejak penyesuaian terakhir pada April lalu.
Stabilnya harga BBM ini dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam menjaga daya beli serta menekan potensi kenaikan biaya transportasi dan logistik. Bagi pelaku usaha, khususnya sektor distribusi dan UMKM, kondisi ini membantu menjaga kestabilan operasional di tengah kondisi ekonomi global yang masih berfluktuasi.
Menurut pengamat energi, kebijakan harga yang cenderung stabil tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara harga minyak dunia dan kondisi ekonomi domestik. Meskipun harga minyak mentah global masih mengalami pergerakan, pemerintah bersama Pertamina berupaya meredam dampaknya agar tidak langsung dirasakan oleh konsumen.
Di sisi lain, pemerintah juga terus memantau perkembangan pasar energi internasional sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan harga ke depan. Langkah ini penting untuk memastikan harga BBM tetap terjangkau tanpa mengganggu stabilitas fiskal negara.
Meski saat ini harga masih stabil, masyarakat tetap diimbau untuk menggunakan BBM secara bijak serta mendukung penggunaan energi yang lebih efisien. Ke depan, arah kebijakan energi nasional juga diperkirakan akan semakin mengarah pada pengembangan energi terbarukan guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Dengan kondisi yang relatif stabil ini, harga BBM diharapkan dapat terus terkendali dalam jangka pendek, sambil tetap memperhatikan dinamika pasar global yang dapat berubah sewaktu-waktu.
source: Kompas↗, Tumble Digital↗

