JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) memastikan upaya pembebasan warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap Israel terus dilakukan secara intensif. Para WNI tersebut diketahui ikut dalam misi kemanusiaan internasional menuju Gaza.
Sejumlah WNI, termasuk aktivis dan jurnalis Indonesia, sebelumnya dilaporkan ditangkap militer Israel saat mengikuti pelayaran bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 di kawasan Laut Mediterania.
Baca Juga: Heboh! Temuan Ulat di Menu MBG Tasikmalaya Jadi Sorotan Warga↗
Pemerintah Indonesia disebut terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan jalur diplomasi untuk memastikan keselamatan para WNI. Kementerian Luar Negeri bersama sejumlah Kedutaan Besar RI juga telah bergerak memantau perkembangan situasi di lapangan.
Juru bicara pemerintah menegaskan perlindungan terhadap WNI menjadi prioritas utama di tengah situasi konflik yang berkembang cepat. Indonesia juga mendesak Israel segera membebaskan kapal dan seluruh awak sipil yang ditahan.
Baca Juga: Modus Buka SPPG Berkedok Orang Dalam BGN Terbongkar, Korban Rugi Hampir Rp 2 Miliar↗
Kasus ini memicu perhatian luas dari berbagai pihak. Sejumlah anggota DPR hingga tokoh masyarakat mendesak pemerintah mengambil langkah diplomasi lebih agresif untuk menyelamatkan para WNI yang sedang menjalankan misi kemanusiaan tersebut.
Selain aktivis kemanusiaan, beberapa jurnalis Indonesia juga dilaporkan ikut berada dalam armada bantuan tersebut. Penangkapan itu menuai kecaman karena dinilai bertentangan dengan hukum humaniter internasional dan prinsip perlindungan terhadap warga sipil serta pekerja media.
source: Kemenko Polkam: Negara Kerja Keras Bebaskan WNI yang Ditangkap Israel↗

