Hantavirus kembali menjadi sorotan dunia kesehatan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan munculnya klaster kasus di kapal pesiar MV Hondius. Virus yang umumnya ditularkan melalui tikus ini diketahui memiliki beberapa varian dengan tingkat bahaya berbeda.
Menurut para ahli, dari delapan varian hantavirus yang dapat menginfeksi manusia, empat di antaranya berisiko menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yaitu gangguan serius pada paru-paru dan jantung. Kondisi ini dapat membuat pasien mengalami gagal napas akut hingga syok jantung dalam waktu singkat.
Baca Juga: Selat Hormuz Lumpuh, Arab Saudi Peringatkan Krisis Minyak Bisa Berlangsung Hingga 2027↗
Beberapa varian yang paling berbahaya berasal dari kelompok “New World hantavirus” yang banyak ditemukan di kawasan Amerika. Salah satu yang paling diperhatikan adalah Andes virus (ANDV), karena memiliki kemungkinan penularan antarmanusia dalam kondisi tertentu.
Epidemiolog juga mengingatkan bahwa infeksi hantavirus bisa memburuk dengan cepat. Gejala awal biasanya berupa demam, nyeri otot, sakit kepala, lalu berkembang menjadi sesak napas berat akibat penumpukan cairan di paru-paru. Tingkat kematian HPS bahkan disebut dapat mencapai 40 persen.
Baca Juga: Kakorlantas Polri Tekankan Digitalisasi dan Pelayanan Humanis untuk Masyarakat↗
Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan mencatat 23 kasus hantavirus terkonfirmasi dalam tiga tahun terakhir. Namun mayoritas kasus di Indonesia berasal dari strain Seoul Virus yang umumnya menyerang ginjal dan tidak termasuk varian paru berat seperti Andes virus.
source: 4 dari 8 Varian Hantavirus Bisa Memicu Gangguan Paru dan Jantung↗

